Di tahun 2018 ini makin
banyak bermunculan kosa kata baru, salah satunya adalah kata NYINYIR gue ga tau
apakahdi tahun-tahun sebelumnya kata ini udah mulai booming apa belum.
Semakin hari gue rasa
makin banyak orang yang mengomentari hidup orang lain berdasarkan apa yang
mereka lihat bukan berdasarkan fakta sesungguhnya terlebih lagi sekarang social
media udah mulai menjamur ke semua kalangan. Untuk nyinyiran itu sendiri
sekarang juga banyak orang yang ngelakuin dan banyak juga orang yang jadi korban
nyinyiran ga peduli dia orang biasa, artis, presiden, menteri, bahkan ulama
sekalipun.
Yang bikin gue heran
adalah kenapa mereka para pelaku ini komentarin sesuatu yang bahkan mereka ga
pernah tau kebenarannya . Bahkan saat ada orang yang lagi sibuk membela
keadilan dan ngelakuin hal-hal berbau kemanusiaan dan hal positif lainnya pun
masih mereka komentarin.Dan parahnya lagi adalah sekarang ini bukan cuma kaum
perempuan aja yang jadi pelaku nyinyir ini (karena perempuan biasanya identic dengan
hal berbau gossip dan lainnya) tapi banyak juga kaum laki-laki yang udah mulai
kelewatan dalam hal nyinyir-menyinyir ini.
Untuk kaum laki-laki
ini biasanya kalau ada perempuan posting foto tentang aktivitas mereka hal yang
pertama kali mereka lihat itu bisanya wajah. Biasanya mereka bakal komen kalau
wajah si perempuan jerawatan, “Cantik sih, tapi sayang jerawatan.” Dan apa
salah dari jerawat yang ada di wajah perempuan, hey kaum laki-laki? Apakah ada
atau nggaknya jerawat di wajah seseorang itu menentukan cantik atau tidaknya
seseorang? Jawabannya tentu aja tidak. Jerawat, wajah putih, mulus, dan
sebagainya itu bukan standar kecantikan dari seorang perempuan. Cantiknya perempuan
itu ada pada hati, attitude, dan ketaatan mereka dalam beragama bukan karena
ada atau nggaknya jerawat, mulus atau nggak wajahnya. Sekarang saatnya
berpikiran realistis di zaman yang semakin maju.
Gue berani bilang gitu
karena gue salah satu korban nyinyiran dari laki-laki dan bahkan pacar gue pun
juga sempet complain masalah penampilan gue dan lain-lain. Dan ketika kalian complain
masalah itu secara ngga langsung itu jadi salah satu penyebab mental illness
buat kaum perempuan. “Ah lebay, digituin aja down.” Bukannya down tapi lebih
tepatnya buat perempuan yang hatinya lembut banget itu bisa bikin mereka depresi
dan inget ya perempuan itu penuh dengan beribu-ribu perasaan.
Saran gue adalah stop
komentarin hidup atau penampilan seseorang, sekarang ini ada baiknya kalau kita
sibuk koreksi diri masing-masing perjuangin apa yang jadi cita-cita kita. Biarin
aja hidup mereka itu jadi hidup mereka bukan untuk kita komentarin karena
kita ga pernah tau hal sulit apa yang udah mereka lewatin buat jadi yang
seperti sekarang.
0 komentar:
Posting Komentar